Kursi ini, berapa lama kamu duduk disini ? aku kira hidup tidak mengenaskan. Banyak pantat mengenalmu seperti teman tidur. Maaf, aku gak mau menyinggungmu, teman tidur yang kumaksud adalah ketika kamu tidur dan di sana kau jumpai banyak seseorang yang asing namun begitu intim, bukankah begitu ? teman-temanku biasa menyebutnya mimpi, lalu saat bangun akan diceritakannya dengan berapi-api atau malah dipendam sekali, sangat malam. Kursi, kepalaku gatal dengan topi merah ini, tidak ada panas juga ,bolehkah aku enggan tidur sejenak untuk menghitung berapa jumlah jemari ? sudah terlalu lama kubiarkan mereka tumbuh untuk tidak melihat matahari bersama, terkadang merasa bersalah juga, hanya terpikir saat tidur. Kini lengan yang gatal, mencoba mengingat ada apa dengan buah apel-apel tiga truk waktu itu, sebenarnya hanya 12 buah, tiba-tiba menjadi begitu ramai, dia. Ratu bagus membaca angin di luar dan aku sedikit terkejut mendengar ini semua. Masih kukenali, sengau salam darinya di keningku dan beranda yang tak pernah ada bekas kaki itu mengajak kaki kekasih untuk menyampaikan cinta semesta, sepuluh tahun berputar di udara dan mengubah dirinya menjadi api dan air, udara sejuk, abadi. Gigi beberapa yang telah tanggal, pisang ikut menandatangani peristiwa itu, padahal tak tahu benar kapan dia ditanam dan menjadi besar, garang. Seandainya celana kuning tidak tebal, apakah kira kira air kencing ini mengenal sedikit bau ?, menyurutkan langkah . Bukankah pernah kau ceritakan tentang rasa takut dan kau bilang, apakah kau mengenal dekat dengannya ? memang, saat itu tak ada yang menjawab satupun, namun perut sudah menelfon untuknya tahu. Pisanng juga melakukanya, karena gelap seperti goa-goa. Sepuluh itu kalau dibagi jari dua akan habis, jari perempuan marah dan yang bernama laki-laki tak mau ambil bagian, pengecut. Lebih, aku tak mengenal kelamin. Kursi, apakah jemari pantat itu bergambar ? mungkin, tidak perlu tanya, jemari itu melambai dan menggenggam pisang, angkat telfon saja, perut berdering, selamat tinggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar