Sepotong cake pandan duduk di atas meja dengan kaki penuh luka
Sehabis perjalanan jauh dari utara, cake hijau muda akhirnya menemukan tuannya
Seorang perempuan gila kue yang terkapar dengan kaki penuh luka
Sepotong cake yang di bayar dengan harga mahal, pantas untuk sebuah keinginan yang terpendam
Ya, perempuan itu menunggu cukup sabar untuk sepotong cake pandan hijau muda
Dengan menggadaikan beberapa lembar uang kertas terakhirnya dan mengurangi hisapan tembakau
Hari itu, jumat tengah hari si cake pandan di jemput dari rumahnya
Perjalanan dari utara menuju selatan menghantarkan cake pandan ke rumah tuan barunya
Dengan sisa 2 lembar uang seribuan dan koin-koin receh, perempuan itu pulang
Dengan kotak kecil berisi cake pandan hijau muda
Dan di sana, di sebuah pertigaan nitiprayan
Pasir-pasir dan kerikil merubah takdir cake pandan hijau muda
Ban bulat hitam terpeleset, bumi menyangga tubuh perempuan itu
Dan kotak berisi cake pandan hijau muda tergeletak di bawah kemudi, tak lagi kotak tapi persegi mendatar, my cake…
Ada luka di ujung kaki dan tangan perempuan itu, tapi tak peduli
Ada sedikit perih ketika melihat cake pandan hijau muda tak berbentuk lagi
“ aku mencintaimu, dan sejauh ini aku akan membawamu serta bersamaku, ayo pulang !”
Diraihnya kotak tanpa membukanya, tak di rasainya luka di tubuhnya
Ia hanya ingin pulang bersama cake pandan hijau muda
Dan kini, pukul setengah dua lebih 3 menit
Cake pandan hijau muda tanpa bentuk duduk bersama kaki penuh luka
Kaki yang sakit dan cake yang tak lagi berbentuk kotak melainkan datar dan tipis
Rasanya tak lagi manis, tapi seperti puisi yang melumaer di lidahku.
Cake termahal yang dibayar dengan kaki penuh luka.
Sabtu, 22 Maret 2008
Pertigaan nitiprayan mengubah takdir cake pandan hijau muda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Profil
- Creamus Poems
- (dibaca: kre-mus-pums) Kremus dalam bahasa jawa bisa berarti mengunyah. Sedangkan Creamus Poems jika diadopsi secara longgar dari Bahasa Latin dan Inggris berarti 'kami mencipta' puisi.
Insight Posts
Label
- yoyo jewe (26)
- inna hudaya (17)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar