Kusebut “ Biji Mata Ketiga ” Dan “ Anatomi Apri l” adalah dua jerigen.
Dengan sedikit terlambat yang dimaafkan, tiga sepeda membawa dua jerigen ke kebun pesta. Malam itu, kebun tumbuh menjadi bunyi keras dan puitis. Beranda tanah, banyak bunga-bunga dan anggur menumbuhkan daun dari perak, tiga gallon air keras yang tidak seperti batu memberi salam kepada semua orang yang mencintainya dan sesuatu tersembunyi di kedalaman tubuh-tubuh itu.kukira, peristiwa dibangun dari cara berpikir yang dikonstruksi dan tak terduga, keduanya adalah bagian yang tak terpisahkan. ‘ Meaning ’ dari dua jerigen itu adalah barangkali sedang terjadi, kukira mata ketiga tersembunyi di tubuh semua orang malam itu, baik yang mabuk berat, sedikit mabuk atau tidak sama sekali. Akankah creamus merasakannya saat itu ?
Kulihat tubuh Teguh mengguncang kursi-kursi kesana kemari, tangan-tangan yang menengadah menerima sejumput tanah yang bercampur garam dari pot kecil milik bunga yang tumbuh disana, nafas saling menyapa, bunyi keras, tangan Yudha yang sibuk merebut gelas, Tony disudut yang terdiam tenggelam di masa lampaunya, Dhimec memukul drumnya di luar rel kereta, Meme dan Giana yang pipinya habis disapu cium aroma bunga, Dua belas orang berambut beda menyilang kaki dengan saling menghangatkan suasanadi hatinya walau Emeli-Freddy sedikit menyimpan kecemasan karena tubuh bertopi seragam menunggu di ujung lorong kebunnya.
Maksudku dua jerigen itu kan sedang menyelinap dengan damainya, ditambah semua tubuh itu sedang berdamai dengan dirinya, bagaimanakah seandainya tubuh itu tidak sedang berdamai ? kukira dua jerigen ini juga akan ambil bagian mengobarkan perang, wow…sungguh mengerikan!! Kenapa seperti itu..?. Begini, paginya aku berangkat dari sofa coklat cerewet untuk memastikan apa yang sedang berlaku di malam itu..dan sungguh mencengangkan, bau dua jerigen itu masih sangat kenthal artinya kedua puisi itu menempel di kursi-kursi yang berserakan, botol-botol, pecahan gelas, plastik, bunga-bunga, kotak pengeras suara, jejak-jejak sepatu dan kau tahu apa selanjutnya..?
Terlihat petani dan pemulung yang berbinar matanya sedang membaca dua jerigen itu pada tubuh kertas dan tersenyum. That’s nice..
Happy Birthday Freddy, God Speed…!
Malam itu, kebun tumbuh menjadi bunyi keras dan puitis. Beranda tanah, banyak bunga-bunga dan anggur menumbuhkan daun dari perak, tiga gallon air keras yang tidak seperti batu memberi salam kepada semua orang yang mencintainya. Fred, teman-teman telah menyanyikan nafasnya untukmu, bahagia untukmu. The Clue, Dizzy Mizzy Lizzy, Creamuspoems, etc. Pagi ini juga masih sempat kebunmu Fred, menarikku dari tidurku di sofa coklat cerewet-ujung sumur belakang yang masih berfungsi. Fred, aroma bunyi keras dan puitis masih ada, aku menciumnya bersama petani dan pemulung yang berbinar matanya.
Inna, peristiwa dibangun dari cara berpikir yang dikonstruksi dan tak terduga, keduanya adalah bagian yang tak terpisahkan. Jewe dan Dwi Danto minta kematanganmu untuk maaf karena air yang mengeras itu sedikit membuat peristiwanya menjadikan mesin kulkas membuat bongkahan-bongkahan es terlalu keras, rancu katamu. Mungkin “ meaning “dari puisi ‘Biji Mata Segitiga’ adalah yang terjadi pada peristiwa itu atau bahkan sebaliknya, kukira mata ketiga tersembunyi di tubuh semua orang malam itu, baik yang mabuk berat, sedikit mabuk atau sama sekali tidak. Akankah creamus merasakannya saat itu ? - JJJ - Inna, kebun belakang masih menunggu tubuh kita untuk berlatih dan berlatih. Dwi Danto, kau ulang ucapan vokalis Kubro Glow itu di telingaku “ jangan perdulikan ! ” katanya, kukira puisi sedang menyelinap dengan peristiwanya malam itu, tidak usah risau sahabatku, tiga sepeda sedang melaju dengan rem atau tanpa rem, lampu atau tanpa lampu dan ketiganya masih menyapa rumah-rumah dengan gairah, All right…? J
Terakhir, kukira dua puisi ini ; Biji Mata Segitiga dan Anatomi April sedang mengenakan pakaiannya untuk menyapa pesta dari banyak personal, sungguh bangga dan membahagiakan. + Rage Against The Mechine membaui telinga kiriku sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar