Tubuhku sekarang sedang sehat
( Untuk saudaraku Si Anjing Timor-Leste )
Tubuhku sekarang sedang sehat, ada batuk, pilek, meriang tapi tidak terasa pahit di lidahku, karena terkadang menurutku jika hal ini tidak datang, aku rindu padanya, nah... pada detik itulah justru tubuhku sedang sakit walau tidak setiap waktu. Maksudku adalah siklus pada kinerja tubuh beserta syaraf-syarafnya.
Tadi yang terlihat daun-daun dan enam capung bertengger di pohon itu, kini tiba-tiba air mengguyurnya dan serentak, wow..begitu hebatnya!, apakah mereka merasakan yang sama?; Disini, aku masih bisa merasakannya. Si Anjing Timor-Leste, besok pagi-pagi sekali akan masuk hutan naik gunung, hidungnya sudah mulai mencium aroma mesiu yang sia-sia. Aku tahu, sesungguhnya kau tak mau mengangkat senjata apalagi menembak. Masih terngiang ditelingaku yang kau katakana tempo hari, “ Aku lebih memilih memotong semua jari-jariku daripada harus menembak mereka yang tak bersalah, Sistem Shit !” Selamat jalan Mel-Dog, jangan sampai tertembak, karena aku masih ingin menciummu di kemudian hari. Beberapa amunisi puisi sudah kusimpan di kotak pelurumu sebagai jam weker, jangan buat itu orang mati dari yang tak bersalah . Hujan sudah reda dan beberapa capung beterbangan siap mengantarkanmu , Viva la foine
( Untuk saudaraku Si Anjing Timor-Leste )
Tubuhku sekarang sedang sehat, ada batuk, pilek, meriang tapi tidak terasa pahit di lidahku, karena terkadang menurutku jika hal ini tidak datang, aku rindu padanya, nah... pada detik itulah justru tubuhku sedang sakit walau tidak setiap waktu. Maksudku adalah siklus pada kinerja tubuh beserta syaraf-syarafnya.
Tadi yang terlihat daun-daun dan enam capung bertengger di pohon itu, kini tiba-tiba air mengguyurnya dan serentak, wow..begitu hebatnya!, apakah mereka merasakan yang sama?; Disini, aku masih bisa merasakannya. Si Anjing Timor-Leste, besok pagi-pagi sekali akan masuk hutan naik gunung, hidungnya sudah mulai mencium aroma mesiu yang sia-sia. Aku tahu, sesungguhnya kau tak mau mengangkat senjata apalagi menembak. Masih terngiang ditelingaku yang kau katakana tempo hari, “ Aku lebih memilih memotong semua jari-jariku daripada harus menembak mereka yang tak bersalah, Sistem Shit !” Selamat jalan Mel-Dog, jangan sampai tertembak, karena aku masih ingin menciummu di kemudian hari. Beberapa amunisi puisi sudah kusimpan di kotak pelurumu sebagai jam weker, jangan buat itu orang mati dari yang tak bersalah . Hujan sudah reda dan beberapa capung beterbangan siap mengantarkanmu , Viva la foine
Tidak ada komentar:
Posting Komentar