Berada di persimpangan diantara 2 jalan yg berkerikil, tak ada yang dituju di ujung jalan tapi tak ada pilihan selain memilih. Hanya bulan yang muncul setengah bentuk pada petang hari,tepat pukul setengah 5 sebelum burung weliwis pulang kandang.
Harus menentukan arah dan percaya pada angin,entah apa yang kan kutemukan di ujung jalan sana,mungkin persimpangan yang lain hingga akhirnya jalan pulang terbuka lebar.
Aku hanya ingin rebah sebentar saja di antara rumput hijau tepat di sebelah sarang semut. Besok saja aku memilih..
Siapa yang hendak menemaniku duduk di senja hari di sofa coklat cerewet di kebun belakang? Sawah sudah dipanen dan siapapun bisa berlarian di sana,
aku sudah bosan pada anjing2,kucing2,kambing,bebek,semut merah dan burung pipit,aku ingin seseorang menemani ku duduk bersimpuh di bawah langit yang sendu ini,adakah seseorang di sana? Aku hanya butuh seseorang yg bisa bicara dalam diam dan saling mengerti lewat anggukan.
Sebelum aku memilih besok,begitu maksudku.
Senin, 14 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Profil
- Creamus Poems
- (dibaca: kre-mus-pums) Kremus dalam bahasa jawa bisa berarti mengunyah. Sedangkan Creamus Poems jika diadopsi secara longgar dari Bahasa Latin dan Inggris berarti 'kami mencipta' puisi.
Insight Posts
Label
- yoyo jewe (26)
- inna hudaya (17)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar