Persinggahan ini tak benar-benar kutahu, setelah hok gie mampir beli criping di warung kepalaku. Kaki memutuskan sepedaku berkeringat untuk menyapa mereka yang tak kukenal, lelaki kusut telanjang dada di lampu merah pojok beteng, menunggu hijau lampu meski tak ada yang melintas, ku ingat saudara laparku bagus dwi terlelap di arah jam dua - 800 meter dariku, terbang ala sisypus di jembatan layang lempuyangan dan menunggu kereta menerobos air kencingku - 'siapa suruh mengkagetkanku dengan sirenemu!', mencium danross pada bangku no. 2 mangkubumi, dan memburu bintang merah di udara hanya untuk harga sinyal. menjelang pagi baru di pukul, sepeda kuistirahatkan untuk minum tepi trotoar, sedikit habis gerimis. Dan..dan...dan..in...in...in....,dua anjing tak kembar mencoba pamer kekuaasaanya- "Ada apa ? sini gih..:mereka memburuku untuk menciumi bertubi-tubi,ku sodorkan,setelah puas mereka tertidur seperti di ranjang ratu-ratu yang malas menyapa pelayannya, sangat lucu!-mereka seperti manusia, ehmm..apakah manusia seperti anjing ? jejejeje maaf, aku kurang begitu tahu, hanya mereka bangun setelah tidurnya merasa cukup, itu yang kutahu. Tiba-tiba mataku menembus pohon beringin, daun rambutnya digunduli, kenapa ? kamu tidak ingin dread lock ? atau ini bukan keinginanmu ? katakan...katakan....kamu ingin tampak kurus ? baiklah, asal kamu bahagia saja. Danto, ina, aku sedang di museum gampingan, menunggu kalian bangun, nanti minum teh di kebun belakang ya..sambil menertawakan kebodohan kita,..jejejejejej. aku sudah punya racun tikus untu virus cerdasnya " si tetra " - direktur cantik itu..
Rabu, 12 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Profil
- Creamus Poems
- (dibaca: kre-mus-pums) Kremus dalam bahasa jawa bisa berarti mengunyah. Sedangkan Creamus Poems jika diadopsi secara longgar dari Bahasa Latin dan Inggris berarti 'kami mencipta' puisi.
Insight Posts
Label
- yoyo jewe (26)
- inna hudaya (17)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar