( Untuk Annie Sloman )
Benih itu bernama Inna, Dwi Danto, jewe>>creamus yang bukan tuan tanah. Bulan sedang berada di tembok ketika aku menyadarinya, kusebut benih berarti salah satu dari kalian atau kedua dan ketiganya. Benih, kamu tidur di sebelahku dan benih yang lain telah menuju kamar sementaranya, kecil, pengap, ada patung wajah dari seseorang yang kau kasihi dan sekarang entah dimana, Amsterdam, bologna …aku kurang tahu, kamu pasti tahu. Kulihat hari-harimu bahagia, walau kutahu disakumu hanya beberapa rupiah untuk nafasmu atau kalian selanjutnya, kudengar kamu jatuh cinta, aku bahagia mendengarnya, sedikitnya bisa kurasakan ‘feel’ itu, kau akan mencintai kekasihmu dan semakin mencintai orang lain,’that amazing’, maaf, sedikit sok tahu..jejeje. Benih yang tidur disebelahku, bagaimana harimu ? kulihat sedang resah, setelah ngobrol kalian, kamu pergi sejenak dengan sepedanya untuk menjawab telepon yang beberapa saat tadi mendering di telinga kirimu. Dua benih lainnya meneruskan riuh rumah yang dipertuan itu. Terima kasih Annie, kau titipkan kamar mandi, dapur, laptop, kebun, sumur, pagar yang sebagian roboh, loteng, tokek, bunga di pot atas meja, lukisan bulan pada tembok, dua kasur dengan sprei ‘knock down’- yah..kusebut begitu karena setiap ada seseorang di atasnya secepat itu juga akan berantakan dan punggung birunya akan menggairahkan untuk dicium dan ditiduri. Sekali lagi terima kasih Annie walau hanya beberapa hari sampai sepulangmu dari Melbourne, mereka seperti ‘nyenyak’ dengan yang dilakukannya tentang puisi atau semacamnya, sedikit yang kutahu.. dan tidur di kotak semen berlotengmu, setelah berbulan-bulan seperti ikan paus yang tak punya tempat tinggal tetap, hanya pergi mengikuti angin dan musim, tapi aku tahu mereka cukup pemberani untuk menertawakan diri mereka sendiri tanpa mengeluh dan membuat orang lain bahagia. Kudengar salah satu dari kalian terlontar “ creamus harus punya rumah!” dan benih yang tidur disebelahku mengangguk-angguk, malah menceritakan bagaimana sebagian perupa begitu menyenangkan dengan kesunyianya. Benih yang tadi menjawab “ yah..penyair juga harus kaya …! kaya sampai membuat orang lain kaya, dan dengan kekayaannya bisa memberi biji-biji pada orang lain yang kemudian tumbuh,…tumbuh, membuat biji..tumbuh..membuat biji, tumbuh..begitu seterusnya sampai belahan dunia ini disirami air karena kutub telah mencair, Apapun bentuknya”. Ya..ya aku coba mulai bisa mengerti apa yang mereka maksud, kuharap aku tidak salah mengerti. Oh..kalian tadi kapan terakhir makan ? kudengar kalian masak makroni dengan rempah-rempah ya..? seperti lidahnya annie atau teman-teman kalian dari belahan lain sana ya..,atau kurang asin ? jejejejejjeje baiklah..baiklah, tadi salah satu dari kalian bawa snack kotak ya? Oo..itu yang bawa benih yang tidur di sebelahku, dia lembut dan baik walau tadi sedikit terbangun untuk mengenakan kaos kaki karena nyamuk membombardirnya, seperti kapitalisme ya..jejejjejej.Boleh nggak kusebut creamus mengkremus makroni ? jejjejje…kalau saja tulisan ini bukan rasa terima kasih untuk annie, mungkin judulnya ‘creamus makan makroni’, tapi kalian bahagia juga kan..?: baiklah, aku hanya bisa berkata be tough to make people happy with your own attitude, maaf..english’ku mawut-mawut, maksudku ‘beranilah untuk membuat bahagia semua orang dengan caramu ‘, begitu sih..: see you soon and a lot of kisses.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Profil
- Creamus Poems
- (dibaca: kre-mus-pums) Kremus dalam bahasa jawa bisa berarti mengunyah. Sedangkan Creamus Poems jika diadopsi secara longgar dari Bahasa Latin dan Inggris berarti 'kami mencipta' puisi.
Insight Posts
Label
- yoyo jewe (26)
- inna hudaya (17)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar